Komplit Cacar Monyet: Riwayat Cacar Monyet, Gejala, dan Cara Penularannya

Merebaknya virus cacar monyet dilaporkan dari empat negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Portugal, dan Spanyol.

Apa saja gejala dan cara penularannya? Mengutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS disingkat CDC, cacar monyet ialah penyakit langka yang disebabkan oleh virus monkeypox.

Pada tahun 1958, ditemukan kasus monkeypox atau cacar air baru pertama kali di Denmark.

Saat itu ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar ini dinamakan ‘monkeypox’.

Jarak dari infeksi sampai timbulnya gejala cacar monyet biasanya 6-16 hari.

Namun ada juga yang berkisar 5-12 hari.

Masa tersebut disebut dengan masa inkubasi.

Melansir laman resmi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, adapun gejala yang timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat dirasakan pada leher, ketiak atau selangkangan.

Dalam 1-3 hari setelah gejala awal atau fase prodromal, selanjutnya akan memasuki fase erupsi.

Pada fase ini mulai muncul ruam pada kulit, mulai dari wajah lalu menyebar secara bertahap ke bagian tubuh lainnya.

Kemudian ruam tersebut akan berkembang menjadi bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah dan membentuk keropeng serta rontok.

Cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

Namun, kasus pada anak-anak lebih parah.

Kasus pada anak-anak lebih sering terjadi terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10% kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit cacar monyet.

Cara penularan virus cacar monyet ini adalah kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, kontak langsung dengan orang yang terjangkit virus cacar monyet, atau terkontaminasi virus yang termasuk pengolahan daging binatang liar.

Virus masuk melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut).

RINDI ARISKABaca : WHO Sebut Lebih Banyak Kasus Cacar Monyet Akan Teridentifikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.