Sawi Hijau, Apa Saja Kandungan Nutrisi dalam Sayuran Ini?

Sawi hijau yang biasanya melengkapi hidangan mi ayam dan bakso tergolong sayuran yang mengandung antioksidan.

Sayuran ini juga biasanya dimasak tumis atau sebagai campuran aneka masakan.

Kandungan nutrisi dan vitamin yang terdapat dalam sayuran ini bermanfaat untuk kesehatan.

Mengutip WebMD, sawi hijau mengandung banyak antioksidan yang bermanfaat meningkatkan kondisi kesehatan, seperti beta-karoten.

Kandungan beta-karoten berguna melindungi kulit dan menurunkan faktor risiko diabetes.

Sayuran ini juga sumber vitamin B, yang terdiri atas tiamin (B1), niasin, (B3) dan piridoksin (B6) Satu porsi sawi hijau mengandung vitamin K, vitamin C, vitamin A, kalsium, kalium dan nutrisi.

Sawi mentah mengandung 33 kalori (33 gram), protein (3 gram), lemak (0 gram), karbohidrat (6 gram), serat (4 gram), gula (0 gram).

Mengutip Healthline, sawi matang memiliki kadar kandungan yang lebih tinggi, seperti vitamin A sebanyak 96 persen nilai harian, vitamin K 69 persen nilai harian, dan tembaga 22,7 persen nilai harian.

Tapi, kandungan vitamin C dan E lebih rendah, jika dibandingkan sawi mentah.

American Heart Association menyarankan untuk mengonsumsi dari sekian porsi sayuran di antaranya yang berwarna hijau, yaitu sawi.

Adapun untuk orang yang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, karena kandungan vitamin K sawi cukup tinggi.

Tujuannya agar kandungan dalam sawi tidak berinteraksi dengan obat.

Sedangkan orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal perlu mengendalikan porsi mengonsumsi sawi hijau.

Sebab, jika terlalu banyak, sawi hijau rentan memicu risiko batu ginjal, karena kandungan oksalat yang cukup tinggi.

Sedangkan jika tak ada riwayat masalah kesehatan itu, kandungan vitamin K sawi hijau juga bermanfaat menjaga kesehatan tulang.

Jika kekurangan vitamin K berisiko mengalami kelainan mineral tulang dan osteoporosis.

Mengutip Verywell Fit, sawi juga mengandung lutein dan zeaxanthin.

Penelitian menunjukkan, kedua nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah gangguan penglihatan karena usia.Lutein bermanfaat untuk jaringan otak dalam mendukung kinerja fungsi kognitif yang lebih baik.

RINDI ARISKA Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.